23 Tanggapan ke “Diskusi Harga Desain”


  1. April 14, 2008 pukul 11:20 am

    wah, klo di bali mah utk freelancer grafic designer ratenya under than Jakarta kali:-(

  2. 2 Harry
    April 29, 2008 pukul 9:00 pm

    paling paling cuma harga minimnya yang bisa dipatok selebihnya seh tergantung klien nya

  3. 3 Rama
    Juni 19, 2008 pukul 2:09 am

    Wah, kalo di jogja koq jauh dibawah yang disebutin yoooo…. apa da jobs nih buat ane, bagi jobs boleh juga tuh.

  4. 4 bobby
    Juli 19, 2008 pukul 10:52 pm

    waw web yang bergelora! mantap!

    salam kenal mas don,

    sekedar info aja, kebingungan desainer2 di indonesia dalam menentukan fee design berakar pada ketidakpastian dari pemerintah yang mengurusi keprofesian bidang pekerjaan masyarakatnya,
    juga hilangnya arah dari kelompok asosiasi desain di indonesia, maka terjadilah timpang “imbalan” yang dihasilkan dari apresiasi klien di indonesia.
    dan harus diakui jg masyarakat indonesia belum siap menerima “desain”, makanya banyak angka yang terlampau jauh dari prediksi fee design.

    o ya, satu lagi ada jg beberapa usaha yang menarwarkan produk nya dengan “jasa desain” GRATISS
    itu dia P.A.R.A.H! itulah orang2 yang menghancurkan fee design yang dibahas di atas, sangat menyepelekan keprofesian dan mengacaukan persepsi publik terhadap desain. kill all the bitches!

    dari angka 0-jutaan-milliar, semua samar, yang bisa menentukan adalah semangat dan percaya diri sebagai desainer, meyakinkan dan mengedukasi klien merupakan salah satu kunci penghargaan as an designer. so hell yeah! screw with the gov! gas terus mas don!

  5. Juli 20, 2008 pukul 2:11 pm

    Saya sangat setuju dengan mas bobby, minimnya penghargaan atas desain dan maraknya jasa desain gratis tentu saja semakin menyudutkan para desainer yang ada. Tapi mungkin juga menjadi situasi penyeimbang atau seleksi alam bagi para desainer untuk lebih kreatif tidak saja dari segi karya tapi mencari peluang…Bayangkan kalo profesi desain dihargai mahal dengan mudah, saya jamin 90% orang Indonesia banting stir jadi desainer…orang Indonesia kan oportunis wak.wak.wak..

    Pemerintah sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, cobalah anda masuk ke lingkungan pemerintah. Disana anda akan dihadapkan dengan orang-orang yang penuh birokrasi dan kkn…desain logo pemerintahan saja bisa dibikin proyek korupsi sama mereka…payah abisss.

    Oiya tambah satu lagi! Beberapa pekan yang lalu saya mendatangi kantor dinas pariwisata kota Jakarta..Disana saya lihat diantara kurang lebih 10 meja yang ada hanya ada satu atau dua meja yang dipakai..Dipakai ngobrol & makan-makan dengan temen-temannya! Yaaah setidaknya ada juga orang yang berkutat sibuk didepan komputernya…SIBUK MAIN SOLITAIRE..Hallllaaaahhh.

  6. 6 bobby
    Juli 20, 2008 pukul 10:44 pm

    brotha don rahman, comment yang mengerikan jg main solitaire haha kalo gitu dinas sosial nya maen petak umpet antar meja hahahaha

    “kreatif tidak saja dari segi karya tapi mencari peluang…”

    peluang pasti sangat banyak tersedia, tapi gimana kalo peluang itu dibentuk sama kultur yang menyepelekan profesi desain? waaa makin banyak aja curhat fee design di web,
    but, i’m dig with your comment, crystal clear that we also have to be creative in that area too.
    respect!

  7. Juli 21, 2008 pukul 1:08 pm

    Wah kayaknya memang seperti itu di dinas sosial bro hahaha…

    “Peluang pasti sangat banyak tersedia, tapi gimana kalo peluang itu dibentuk sama kultur yang menyepelekan profesi desain?”

    Kalo pendapat saya pribadi, kita jangan takut! kan masih “bagaimana”. Kata “bagaimana” itu lebih ke dunia yang kita ciptakan sendiri. hehe.

    Kultur yang ada memang akan sulit dirubah namanya aja kultur jadi tidak perlu berharap banyak dari kultur yang ada. Tapi yakin deh mas kulturnya tidak semuanya menyepelekan profesi desain, masih banyak kok perusahaan yang masih menghargai desain. Selama bisa menunjukkan hasil karya yang sesuai/melebihi harapan klien (karya bagus belum tentu sesuai harapan klien) dan menunjukkan attitude yang sesuai dengan harga yang kita patok, ada kok yang mau bayar desain kita mahal ^_^

    Oiya bicara tentang attitude ini yang sering terlewatkan anak-anak desain, kadang ada beberapa perusahaan yang tidak mengerti dengan cara berpakaian kita hahaha. Jadi kalo menghadapi klien sebaiknya pake pakaian yang aman-aman aja dalam arti kata rapi dan kalaupun santai tapi kereen hehe.

    Saya pernah ketemu klien yang “high class” naah hari itu saya bawa rekan arsitek sesuai permintaannya dia. Gila man seharian ber”tiga” gak sedikitpun gua dilirik “DICUEKIN ABISSS” awalnya sih saya marah-marah & mengumpat-ngumpat tapi setelah dipikir-pikir mungkin ada yang salah dengan penampilan saya, saat itu rekan saya lebih keren, cara bicaranya lebih meyakinkan sesuai dengan kelasnya klien kali ya, dan satu lagi LEBIH GANTENG huahuahua……. Tapi inti dari cerita diatas adalah ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh para desainer selain hasil karyanya yaitu first impresion. Kadang itulah yang menentukan dibayar mahal atau tidaknya desain kita. hehe

    Sorry kalo ada salah kata & persepsi..mohon masukannya.

    Thanks

  8. 8 bobby
    Juli 21, 2008 pukul 5:59 pm

    sangat setuju, kalo bahasa kami : gaya nomer satu!!!! hahaha
    first impression, kalimat yang tepat sekali bwt kunci dapetin fee design yang diharapkan!

    salute!

  9. Agustus 27, 2008 pukul 9:47 am

    memang susah nentuin harga desain.. pernah bikin desain brosur dikasih … harga 100 rb saya terima (harga teman) nggak tahunya … malah ditinggal kabur… :(

  10. 10 aziz bakhtyar
    September 25, 2008 pukul 8:06 am

    ko mahal ya bikin logo?…jadi mau tau prosesnya? bisa diceritakan ga

  11. 11 aziz bakhtyar
    September 25, 2008 pukul 8:21 am

    ada yang tau harga standar 3D ga…misalnya untuk display stand, dan animasi gitu?

  12. Desember 11, 2008 pukul 8:14 am

    Waahh bingung.. kalo masih mahasiswa, pantesnya berapa ya kalo bikin desain??

  13. 13 niZ D'sain
    Januari 5, 2009 pukul 4:26 pm

    Menurut hemat saya pada dasarnya Logo merupakan gambar yg mewakili produk seseorang atau organisasi. Yg otomatis akan mempengaruhi grafik penjualan produk tersebut atau sarana pengingat daripada organisasi tertentu. Jadi pembuatan logo membutuhkan banyak inspirasi karena perlu adanya arti daripada logo tersebut.

  14. 14 teguh dwijaya
    Januari 21, 2009 pukul 9:32 pm

    breii//.

    w numpang copy ya…nih artikel..

    wat perbandingan ane..heheheh..

    mat berkarya terus aja…//\
    thnxs

  15. Maret 30, 2009 pukul 5:28 pm

    “ketimpangan harga”

    waha.. saya terharu ngebacanya. yg dijakarta nasibnya bagus ya. klo yg dilain kota kacau. hehe.. salam dari medan..

  16. 16 macan
    April 10, 2009 pukul 11:24 am

    menyoal harga diatas, yang berperan adalah emang di kulturnya. Termasuk kultur dagangnya…Di jakarta udah biasa ngluarin biaya 750rb buat bayar desainer flyer. Kalo di daerah, yang pesen langsung pergi ketika kita bilang harganya emang segitu. Menurut mereka itu harga yang nggak rasional. Maka para desainer biasanya berperan komplit skalian ngurs produksinya…dan biaya desain dimaukin didalam biaya produksi, ya begitulah pahit manisnya profesi desain…

  17. 17 portfolioku
    April 12, 2009 pukul 2:42 pm

    setuju dengan bro macan ^_^

  18. 18 donnymbee
    April 29, 2009 pukul 2:14 am

    klo gue c..matok harga..untuk 3d max per view..3 jt..tergantung tinkat ksulitan…..klo plus animasi dari modelling sampe motionnya klo kya modelya konstruksi yang agak ribet yah 50jt…durasi 4 menit..gt bang !

  19. April 29, 2009 pukul 12:28 pm

    wiiih mantap tuh, bisa kasi referensi buat kita klien yang mau bayar sebesar itu (50 juta)?? setidaknya ada bayangan buat semua kalo desain masih dihargai disini. Bisakah kami melihat hasil karyanya bos?? ^_^

  20. 20 Lady_Jaws
    Juli 5, 2009 pukul 11:34 pm

    Hi all, harga design susah banget ya ditetepinnya. Numpang nanya, kalo misalnya harga company profile berapaan ya? terus kalo leaflet bolak balik, apa pake harga per page? ato langsung matokin harganya? Takutnya brosur dikasih harga segini, leaflet bolak balik rada beda, kliennya bingung hehe..maklum.. masih rada kagok handle klien nih apalagi soal harga… Mohon petunjuk. terima kasih sebelomnya :)

  21. 21 didi
    Juli 6, 2009 pukul 11:11 am

    Kalo gw harga brosur/leaflet sama aja..itungannya per muka misal brosur bolak-balik gw charge 500rb per muka jadi total 1 juta (klien gede), 250rb per muka jadi total 500rb (klien sedang). Jadi kalo leaflet/brosur harga tergantung desainnya mau satu muka/dua muka, kecuali untuk brosur….kalo dilipat dan desain antara lipatan berbeda baru gw charge sesuai desainnya. Misal brosur lipat 2 (bolak-balik) gw charge 2x(muka bolak-balik).

    Company profile gw belum pernah hehehe

  22. 22 Lady_Jaws
    Juli 7, 2009 pukul 11:58 pm

    Thanks didi.

    bukannya brosur itu udah ada standardnya ya kayak artikel diatas? hehe.. Kecuali kalo emang bolak balik, beda lagi deh.

    Ada yang udah pernah bikin company profile? harganya berapaan ya?? please helpp.. no clue nih >.<

  23. 23 didi
    Juli 9, 2009 pukul 9:29 am

    Yang namanya desain gak ada standard baku, tergantung klien, portfolio kita dan negosiasi harga.

    Thanks.


Tinggalkan Balasan




a

 

April 2008
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 30,455 hits